Sandy Sasmita

Matius 7:12
“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka”

Apa perbedaan antara pedang yang dipakai samurai Jepang dan pedang yang dipakai pendekar persilatan Tiongkok kunu seperti Kwee Ceng? Pertama, pedang samurai bentuknya agak melengkung, sementara pedang biasa bentuknya lurus. Kedua, pedang samurai hanya memiliki satu sisi yang tajam, sementara pedang biasa memiliki dua sisi yang tajam (pedang bermata dua). Perbedaan terakhir ini yang menarik dalam kaitan hubungan kita dengan sesama. Tutur kata dan perilaku kita ternyata tidak hanya berdampak pada orang lain, tetapi juga pada diri sendiri, seperti pedang bermata dua.
Yesus sudah mengingatkan hal itu dalam kotbah di bukit. Pengajaran Yesus ini berangkat dari kenyataan bahwa setiap orang pada dasarnya punya kebutuhan untuk dihargai dan ingin diperlakukan baik oleh sesamanya. Namun, penghargaan dan perlakuan baik itu tidak muncul secara otomatis. Ia harus diupayakan, dan yang harus mengupayakan itu pertama kali menurut Yesus adalah kita sendiri. Kalau kita ingin agar orang lain menghargai diri kita, maka hargailah keberadaan sesama kita. Kalau kita ingin agar orang lain berbuat baik kepada kita, kita harus berbuat yang sama kepada orang tersebut.
Jadi, lewat pengajaran Yesus di atas, kita diingatkan bahawa setiap tutur kata dan perbuatan yang kita nyatakan kepada orang lain menimbulkan dampak pada diri kita. Kalau kita biasa menyapa orang lain dengan ramah, orang-orang yang ada di sekitar kita akan berlaku ramah pada kita. Kala kita biasa mencela orang, orang-orang yang ada di sekitar kita bisa jadi kurang menaruh hormat pada diri kita. Ingatlah filosofi pedang bermata dua. Ia tidak hanya bisa melumpuhkan lawan, tetapi bisa juga melukai diri sendiri.

Pertanyaan untuk Anda:
Apa yang Anda harapkan orang lain perbuat kepada Anda?
Sudahkah Anda berbuat hal yang sama seperti yang Anda harapkan dari orang lain?

Sandy Sasmita


Lukas 23:5
“Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai kesini.”


Semakin tinggi pohon semakin keras angin menerpanya, demikian kata pepatah. Pepatah ini menggambarkan tantangan-tantangan yang mungkin dihadapi orang-orang yang mulai menanjak, baik dalam kepemimpinan, karier pendidikan, maupun dalam iman. Semakin tinggi pencapaian Anda, semakin berat tantangan yang Anda hadapi.
Itulah yang dihadapi Yesus. Ketika kiprah-Nya sudah semakin luas, ajaran-ajaran-Nya semakin dikenal, perhatian yang tertuju kepada-Nya semaik besar, maka semakin besar pula tantangan yang menghadang-Nya. Ia dituduh menghasut rakyat. Ajaran-ajaran-Nya yang mendorong orang untuk meninggalkan kehidupan lama yang usang di dalam dosa dan masuk ke dalam kehidupan baru di dalam kerajaan Allah, dianggap penyesatan. Namun tidak ada satu pun tuduhan yang diarahkan kepada-Nya terbukti. Walau begitu, Yesus tetap dijatuhkan hukuman mati. Di atas segalanya, sesungguhnya hal itu adalah ujian bagi Yesus, ujian bagi kasih-Nya kepada manusia dan ketaatan-Nya kepada Allah. Ujian yang membuktikan bahwa diri-Nya adalah pemimpin yang sejati.
Jadi, bila kita menyebarkan kebaikan, orang-orang mulai beralih dari apa yang salah menjadi baik, dari yang buruk menjadi yang mulia, tidak jarang kita dituduh menghasut. Walau apa yang kita lakukan itu baik, hal itu bisa saja salah untuk dipahami oleh orang lain. Namun Yesus Kristus meberi kita teladan dalam hal ini. Jangan menyerah ataupun berkecil hati! Lihatlah itu sebagai tantangan yang membangun Anda, bila kita berhasil melewatinya, itu akan membawa kita pada pencapaian yang lebih tinggi.

Pertanyaan untuk Anda:
Bagaimana sikap Yesus terhadap hasutan untuk membunuh-Nya?
Apakah tantangan terbesar yang pernah Anda hadapi dan perubahan apa yang Anda alami ketika berhasil melewatinya?
Sandy Sasmita

Mazmur 39:1
“Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku...”

Apa yang paling mudah terpancing? Lidah. Jika kita diajak memukuli orang, merampok, membeli barang curian, mungkin kita akan berpikir seribu kali sebelum terpancing ajakan itu. Tetapi kalau lidah dipancing untuk berbuat dosa, alangkah cepatnya kita lepas kendali. Lepas kendali ini terjadi ketika kita diajak untuk membicarakankejelekan orang lain atau juga ketika hati kita dilukai. Ketika hidup terasa berat kita pun mudah berkeluh kesah dengan lidah, bahkan terkadang ketika kita sedang terlampau senang, lidah kita membicarakan hal-hal yang mungkin kita sesali kemudian hari.
Pemazmur menyampaikan suatu hal yang sangat penting: menjaga diri-yang dapat juga kita pahami sebagai menyadari diri. Banyak orang di zaman modern ini tidak lagi menyadari dirinya, tidak menyadari apa yang dipikirkan, dikatakan, dan diperbuatnya. Saking cepatnya segala sesuatu berlalu, manusia tidak punya waktu untuk mengamati dirinya. Modal utama agar kita dapat selalu menjaga diri ada dua hal. Pertama, kesadaran bahwa orang 'fasik' selalu ada di sekitar kita, mengintai dan mencari kesalahan kita untuk menjadikannya senjata untuk melawan kita; dan kedua, hidup ini hanya sementara dan sangat singkat, setiap kesempatan yang ada sebaiknya diisi dengan hal-hal yang kita lakukan dengan sadar, bukan karena terpancing orang lain atau emosi pribadi.
Youth, di zaman serba cepat dan semakin cepat ini, sebagian orang semakin menyadari perlunya melambatkan diri dan menyadari diri. Itulah mengapa praktik-praktik meditasi menjadi trend. Kita pun dituntut juga untuk menjaga diri kita, bukan karena trend tetapi agar kita menjadi berkat dan bukan menjadi batu sandungan.

Pertanyaan untuk Anda:
Apa yang biasanya membuat Anda hilang kendali atas lidah?
Bagaimana Anda dapat lebih mampu mengendalikan lidah?
Sandy Sasmita


Musik, dalam sepanjang sejarah manusia merupakan ekspresi jiwa. Pada mulanya segala jenis musik adalah baik sebab Tuhan-lah yang menciptakan musik, sayangnya pada saat Lucifer, sang malaikat pujian itu memberontak, ia mencuri sebagian besar musik, dan memakainya sebagai media terkuat guna memperbesar kerajaanya di dunia ini. Sejak saat itu, suatu inspirasi musik dapat datang dari dua sumber, yaitu Tuhan dan Iblis. Tujuan dari seorang musisi menciptakan sebuah karya adalah untuk menyalurkan perasaan, pemikiran, kehendak yang tidak dapat diungkapkan sepenuhnya bila ia memakai media lain.Ia dapat saja mendapat inspirasi dari Tuhan untuk menulis sebuah karya musik tentang keindahan alam, cinta, dan keadaan di sekitarnya. Dalam hal ini musik adalah media netral. Banyak contoh karya musik yang seperti ini di dunia, bahkan di Indonesia, misalnya seorang musisi Indonesia yang pernah menulis karya musik tentang kebun teh, dasar dari karya ini adalah kekagumannya akan alam. Motivasi yang netral dan bersih. Namun kita harus mewaspadai bahwa tidak semua lagu-lagu yang beredar saat ini memiliki dasar dan motivasi yang bersih seperti itu. Iblis bahkan mampu memakai musisi untuk menciptakan lagu yang sangat bagus, terkesan baik, namun di baliknya terdapat kuasa kegelapan yang bertujuan untuk mencuri, membunuh dan membinasakan jiwa manusia yang mendengarnya. Sebab memang tujuan iblis adalah seperti itu. (Yoh 10:10) Banyak bahkan sangat amat banyak lagu-lagu, yang kerap disebut musik sekuler, yang mengungkapkan tentang kepahitan hidup, keputusasaan, nafsu yang ditutupi dengan 'cinta', dendam, pemberontakan, bahkan yang terang-terangan menghujat Allah. Untuk yang terakhir ini kita lebih bisa menghindarinya sebagai orang Kristen sebab sudah terlihat jelas. Yang lebih rawan adalah yang secara samar seperti yang telah disebutkan di atas. Hal ini adalah jebakan benang sutra yang dipropagandakan oleh iblis. Jebakan ini pada mulanya tidak dapat dirasakan oleh 'korban' sebab hanya satu lembar benang sutra yang tipis melilit tubuhnya. Namun lama-kelamaan tanpa ia sadari ia akan terikat dan tidak dapat terlepas lagi. Sebagai contoh, lagu "We are the Champion". Sepintas lagu ini bersyair baik, namun ternyata oleh kelompok Queen digunakan untuk mendukung keberadaan homoseksual. Lagu ini dijadikan lagu kebangsaan kaum tersebut dan dipakai untuk mendukung gerakan Gay Liberation (pembebasan kaum Homo.) Freddy Mercury sendiri yang menyanyikan lagu tersebut adalah seorang bohemian biseksual penganut free sex yang meninggal akibat AIDS.Selain itu, banyak juga musisi yang 'menyimpang' menciptakan lagu dalam keadaan mabuk. John Lennon personil The Beatles misalnya, sambil mabuk menciptakan lagu "Imagine" dan menuliskan baitnya demikian, "Bayangkan tidak ada sorga dan juga tidak ada agama," dan dalam refreinnya jugga disebutkan demikian, "Aku berharap suatu hari kalian akan bergabung denganku dan dunia menjadi satu." Lagu lama dari The Eagles yang berjudul "Hotel California" sepintas sangat mudah dicerna, easy listening sehingga mudah disukai, serta seakan-akan hanya menceritakan sisi gelap kenyataan hidup yang biasa terjadi, tetapi setelah ditelusuri ternyata ada cerita minor di balik permulaan pindahnya gereja setan ke San Francisco. California adalah satu-satunya tempat yang mau memberikan akomodasi. Kalau diperhatikan cover album lagu itu terlihat wajah Anton La Vey, yang tak lain adalah penulis buku Satanic Bible (Alkitab Gereja Setan.) Larry Salter sang manajer rekaman mengatakan grup The Eagles telah berhubungan dengan gereja setan tersebut.Penyanyi Suicide Solution: Ozzy Ozborne Dari situ akhirnya tampak jelas bahwa mereka sedang menceritakan atau "memberitakan" kegiatan gereja setan sebagai "such as a lovely place" (tempat yang menyenangkan, red.) Contoh yang sangat jelas tentu saja sangat banyak, seperti lagu Suicide Solution, Ozzy Ozborne yang melantunkan syair demikian, "Bunuh diri adalah satu-satunya jalan keluar, tidak tahukan kamu akan hal itu? Mengapa kamu tidak bunuh dirimu?" George Michael dalam lagunya "I want your sex," sangat gamblang dan seronok menyatakan bahwa seks adalah pelampiasan nafsu yang bebas dan dibenarkan. Teknologi backward masking effect juga dipakai sejak dulu untuk menyisipkan pesan-pesan bahkan kuasa kegelapan untuk mempengaruhi dan menguasai alam bawah sadar pendengarnya. Lagu "Waste Land" dari The Eagles, contohnya jika diputar normal terdengar "This far down the land." (jauh dari negeri, red.) Tetapi jika diputar terbalik akan terdengar "I have a mind of satan." (aku memiliki pikiran setan, red.) Kelompok Led Zeppelin dengan tembangnya "Over the Holl and Far Away," jika diputar terbalik akan berbunyi "Kita tidak akan terjangkau dan semua telah terkutuk, kita akan tinggal di dalamnya." Satu lagi lagu dari Michael Jackson yang berjudul "Beat it," jika diputar mundur akan berbunyi demikian, "I do believe it was satan whose in me." (aku percaya setanlah yang ada pada diriku.) Bagaimana kita mengidentifikasikan aktivitas iblis hari-hari ini? Seperti contoh-contoh di atas, beberapa sangat jelas, beberapa sangat tersamar. Beberapa yang jelas dapat dilihat dari motif bunuh diri, kecanduan obat, kekerasan dan pembunuhan, termasuk aborsi yang ada dalam syair sebuah lagu. Bila kita memilki akal sehat dan iman yang kuat terhadap Kristus, kita dapat melawan hal-hal semacam ini. Namun bagaimana halnya dengan beberapa yang tersamar? Berapa banyak orang-orang yang masuk dalam bilangan orang percaya yang tanpa ia sadari telah terikat oleh iblis melalui musik-musik dan lagu-lagu yang tersamar tersebut? Ingatlah akan hal ini bahwa senjata paling efektif dari iblis dan tentaranya adalah dengan musik, sebab ia memang ahlinya musik!Latar Belakang Penciptaan yang Menyesatkan Kebohongan terbesar pertama yang disebarkan iblis adalah bahwa iblis tidak ada. Kebohongan terbesar kedua adalah ia tidak berada di sekitar kita sehingga kita tidak perlu risau akan pengaruhnya. Kebohongan terbesar ketiga adalah kita tidak perlu memperhatikan aktivitas yang dilakukannya. Iblis membenci kebenaran, maka ia memutarbalikkan kebenaran, ia membenci cinta kasih maka ia menawarkan penggantinya dengan kedagingan dan nafsu bagi mereka yang haus akan kasih. Ia membenci kehidupan yang diserahkan bagi kemuliaan Tuhan, maka ia mempromosikan kehidupan yang egois.Ia membenci Tuhan dan mereka yang menyembah-Nya dalam Roh dan kebenaran, sebab ia bahkan tidak dapat berdiri tegak menghadapi kuasa yang ada di dalamnya. Oleh sebab itu ia akan berusaha melakukan apapun untuk menghancurkan penyembahan tersebut. Musik adalah senjata utama. Dalam musik, khususnya aliran keras, kita dapat melihat secara jelas pengaruh iblis. Musisi memberitakan tentang free sex, narkotika, perbuatan menyimpang, propaganda anti-Allah, penyembahan setan, kekerasan, pembunuhan dan pemberontakan terhadap pemerintah dan otoritas.Graham Nash of Crosby, Stills, Nash and Young, seorang musisi rock mengatakan demikian, "Pop music is the mass media for conditioning the way people think." (musik pop adalah media massa yang mampu mengendalikan bagaimana cara berpikir seseorang, red), Jimmy Hendrix, Self, juga seorang musisi rock mengatakan demikian, "Because music is a spiritual thing of ts own you can hypnotize people, and when you get them to their weakest point, we can preach into their subconscious what we want to say." (karena musik adalah sesuatu yang spiritual, maka anda dapat menghipnotis orang dan ketika mereka telah sampai pada titik terlemah mereka, kita dapat menyebarkan apapun di dalam alam bawah sadar mereka, red.) Musisi-musisi di atas secara utuh memahami bagaimana pengaruh yang kuat dari musik, baik itu mengendalikan pikiran orang, atau paling tidak mencuci otak mereka. Apa yang mereka gunakan untuk membawa pendengar sampai pada titik di mana mereka dapat mengendalikan pikirannya? Mereka menggunakan musik itu sendiri, bukan dari lirikya. Dalam banyak kasus musik dimainkan begitu keras sampai pendengar tidak dapat mengerti apa yang mereka nyanyikanMenyingkap Kebenaran Sebenarnya tidak ada sesuatu yang salah dalam beat, rhythm, dan bagian-bagian musik yang lain sebab Allah sendiri yang menciptakannya. Namun oleh karena banyak bagian dari musik yang telah berhasil dicuri oleh si iblis, maka kita harus mewaspadai dan bagi para musisi Kristen harus berdoa dengan sungguh-sungguh agar kita dapat merebut kembali musik tersebut untuk kemuliaan Tuhan seperti tujuan semula dari penciptaan musik tersebut. Kita harus mewaspadai baik itu musik rohani maupun musik sekuler, sebab kita tahu bahwa iblis pun dapat menyamar sebagai malaikat terang. Lalu bagaimana kita mencermati hal ini? Bagaimana cara kita membedakan? Agak sulit memang sebab seseorang harus terlebih dulu dapat membedakan antara emosi manusiawinya dengan pembaharuan rohnya, dan manisfestasi fisik dari keduanya. Langkah-langkah yang dapat dan harus dilakukan oleh kita guna membentengi diri kita dari hal-hal yang berusaha menguasai tubuh-jiwa-roh kita melalui musik adalah sebagai berikut: Berdoa dengan hati yang rela untuk menerima sebuah jawaban yang sangat tidak disukai oleh kedagingan kita dan tentu saja tidak disukai oleh iblis. Ujilah roh, apakah hasil dari anda mendengar musik tersebut membuat anda merasa berkuasa, atau sebaliknya rendah hati? (ingatlah apa tujuan sejati dari suatu penyembahan) apakah dari musik tersebut dapat meningkatkan iman anda dan ketaatan anda kepada Tuhan, ataukah menambah keyakinan diri sendiri? (ini berbeda?) Miliki hati yang terbuka untuk menerima karunia kepekaan roh khususnya karunia membedakan roh. Untuk hal ini kita harus pula meningkatkan keintiman kita dengan Tuhan. Miliki hubungan pribadi dengan-Nya sehingga kehidupan kita selalu waspada terhadap gerakan iblis di sekitar kita. Terakhir, ambil sikap. Bila kita mendapati musik yang kita dengar menimbulkan keragu-raguan, dan pertanyaan-pertanyaan di dalam roh kita, walaupun kita menyukainya, haruskah kita mengorbankan damai sejahtera di dalam kehidupan kita demi sesuatu yang bersifat kedagingan?Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud untuk memojokkan musik, namun diharapkan dapat menjadi pertimbangan dan renungan bagi kita untuk kembali pada kaidah musik yang sejati. Mengembalikan tujuan awal dari musik, yaitu untuk kemuliaan nama Tuhan. Bagi kita yang telah diterangi Roh Kudus, biarlah kebenaran ini menyadarkan kita untuk lebih mewaspadai strategi iblis melalui musik untuk menguasai orang-orang di dunia ini. Selektiflah dalam memilih lagu dan musik yang kita dengar. Sukailah hal-hal yang disukai Allah, dan bencilah hal-hal yang dibenci Allah. Bagi para musisi Kristen atau anak-anak Tuhan yang memiliki talenta di bidang musik, biarlah kenyataan ini dapat menyadarkan bagaimana serangan iblis yang semakin gencar untuk merebut jiwa-jiwa melalui musik, sehingga ini mendorong dan memacu mereka untuk lebih melekat pada kebenaran Firman dan tuntunan Roh Kudus agar tetap terus berada di jalur-Nya dalam merangkai kidung bagi Allah supaya benar-benar dapat dipakai sebagai senjata untuk membawa jiwa-jiwa bagi Kristus dan memuliakan nama Tuhan.Doa Musisi Tuhan, tuntun tanganku untuk melahirkan suatu karya yang baru yang dapat membawa kemuliaan-Mu turun di atas muka bumi ini. Jaga hatiku untuk tetap bersandar dalam kebenaran FirmanMu dan pimpinan Roh Kudus. Beri kepekaan dalam rohku, bentengi hidupku sehingga aku dapat memberikan yang terbaik bagi Engkau melalui nada-nada tanpa sedikitpun ingin mengambil kemuliaan dari Engkau. Berkati dan jamahlah orang yang mendengarkan lagu ini ya Tuhan. Segala kemuliaan hanya bagi Mu ya Allah, untuk itulah lagu ini aku buat. Dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sumber Inspirasiku, aku berdoa. Amin.
Sandy Sasmita

Mazmur 22:26
Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari Tuhan akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya.

Apa bedanya hati yang terluka dan sakit hati? Hati yang terluka adalah suatu keadaan, kita tidak dapat mencegah orang melukai hati kita. Sekalipun kita menghindari penderitaan dan tidak mau hati kita terluka, tetapi ada saatnya sesuatu terjadi dan melukai hati kita. Mungkin teman yang berkhianat, rekan yang menjelekan kita, cinta yang ditolak, kegagalan, atau apa pun itu. Namun kita dapat memilih untuk tidak sakit hati. Sakit hati adalah masalah pilihan sikap. Apakah kita mau menyimpan dan membesar-besarkan luka itu sehingga tak tersembuhkan dan terus dibawa sampai mati, atau kita mau memilih untuk menyembuhkan luka itu dengan pengampunan dan keikhlasan.
Mazmur 22 ini terkenal karena diserukan Yesus di atas kayu salib, dan gambaran pemazmur akan derita hatinya serupa dengan yang di alami Yesus. Ia direndahkan, dihina, dan diolok-olok. Namun perhatikan pada ayat 9 dan 10, bagaimana hinaan yang seharusnya menyakitkan hati itu diterima dengan ikhlas dan dikadikan kekuatan oleh pemazmur. Yesus di kayu salib juga tidak terpancing untuk mencaci apalagi mengutuk orang-orang yang mengolok-olok-Nya. Yesus bahkan berdoa memohon pengampunan bagi mereka.
Kita tidak dapat mencegah hati kita terluka. Luka dan penderitaan adalah bagian dari kehidupan manusia, dan melalui itulah justru Allah membentuk dan mendewasakan kita. Yang dapat kita hindari adalah sakit hati. Bagaimana caranya? Dengan memilih untuk tidak membalas kejahatan, melainkan memilih untuk mengampuni dan mengikhlaskan. Tetap memuji dan bersyukur kepada Allah, Ia sendiri yang akan menyatakan terang orang benar.

Pertanyaan untuk Anda:
*Bagaimana Anda dapat menghindari sakit hati?
*Perbuatan apa yang harus Anda hentikan agar tidak melukai hati orang lain?