Sandy Sasmita

SUPIR BUS DAN PASTUR

Di suatu kota kecil hiduplah seorang pastor dan seorang sopir yang ugal-ugalan. Mereka hidup bertetangga, pekerjaan sehari-hari sang pastor adalah berkhotbah dan menginjil, sedangkan si sopir ugal-ugalan bekerja sebagai sopir bus.

Pada suatu saat, sang pastor naik bus yang dikendarai oleh si sopir ugal-ugalan menuju sebuah puncak gunung. Karena dikendarai secara ugal-ugalan, bus tersebut terjatuh ke sebuah jurang, sang pastor dan si sopir meninggal dunia.

Alkisah keduanya sampai di sorga, olah malaikat, mereka masing-masing diberi jatah sebuah rumah, sang pastor diberi sebuah rumah kecil, sedangkan si sopir diberi sebuah rumah yang sangat besar dan mewah.

Melihat hal tersebut sang pastor protes keras, sepanjang hidupku aku membawa banyak orang kepada Tuhan, sedang si sopir ini selalu berlaku ugal-ugalan, mengapa ia mendapat jatah rumah yang jauh lebih besar?

Lalu , terdengar suara jawaban dari atas, “Romo, ketika Romo berkhotbah, semua orang tertidur, tetapi ketika sopir ini mengemudi semua orang berdoa, jadi, sopir ini membawa lebih banyak orang kepada Tuhan.”

Andai Tuhan hanya melihat hasil, mungkin cerita di atas menjadi benar, tetapi, sesungguhnya Tuhan tidak melihat hasil, karena Tuhanlah yang berkuasa menentukan hasil yang akan di dapat.Tuhan melihat ketulusan hati dan ketaatan kita dalam melayani-Nya.

Ia melihat PROSES yang kita lakukan dalam melayani-Nya, bukan HASIL,karena Ia yang menentukan hasil dari proses yang kita lakukan.

Anonim:
Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah, manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. (1 Samuel 16 : 7B)

Sandy Sasmita
Beberapa waktu lalu ada sebuah lagu yang menjadi populer baik dari kalangan anak-anak hingga orangtua. Referent lyric lagu tersebut berkata seperti ini:

Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan

Dalam Alkitab, persahabatan merupakan tingkat hubungan yang tertinggi. Abraham mendapat sebuah kehormatan dengan disebut sebagai "Sahabat Allah" (Yakobus 2:23b). Selain itu, Daud dikatakan sebagai seorang yang berkenan di hati Allah (1 Samuel 13:14), ini adalah salah satu cara mengatakan bahwa Daud adalah seorang sahabatNya.

Yesus menyebut murid-muridNya adalah sahabatNya, "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku." (Yohanes 15:15).

Banyak hubungan suami istri tidak mencapai hingga hubungan yang sejati, karena mereka tidak bisa menjadi seorang sahabat. Hubungan persahabatan lebih dari hubungan asmara. Karena hanya melihat hubungan suami istri sebagai sebuah hubungan asmaraa akibatnya mereka hanya membangun hubungannya sampai di permukaan saja.

Pernikahan adalah perjalanan seumur hidup menuju keintiman, tetapi juga menuju persahabatan. Seorang suami istri harus bisa menjadi sahabat baik satu sama lain. Siapakah yang lebih mengenal diri kita selain sahabat kita? Terkadang seorang sahabat akan berbagi banyak hal yang tidak pernah dibicarakan dengan keluarganya. Untuk itulah suami istri harus menjadi sahabat, karena mereka tidak boleh merahasiakan sesuatu satu sama lain.

Seorang sahabat menerima satu sama lain, baik dengan kelebihannya maupun kekurangannya. Mereka saling berbagi, baik di hari-hari yang indah maupun saat-saat duka. Kualitas inilah yang memisahkan seorang teman biasa dan seorang sahabat.
Banyak pasangan suami istri sulit menjadi seorang sahabat bagi satu sama lain, mereka lebih mudah menjadi seorang "hamba" dari pada seorang sahabat. Bahkan terkadang, mereka lebih mirip kakak dan adik dari pada seorang sahabat.

Dalam Alkitab, persahabatan dan kasih adalah dua hal yang tak terpisahkan. "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran" (Amsal 17:17). Persahabatan adalah sebuah alat untuk melebur pasangan suami istri menjadi satu kesatuan yang indah. Tidak ada hubungan lain di bumi ini yang sedekat dengan gambaran pernikahan, karena pernikahan adalah gambaran yang ideal yang Allah inginkan sebagai hubungan antara diriNya dengan manusia. Untuk itu, persahabatan adalah sebuah hal yang penting untuk membuat sebuah pernikahan berhasil. Jadilah seorang sahabat sejati bagi pasangan Anda, dan ijinkan dunia melihat bahwa Allah hadir dalam pernikahan kalian.